Tampilkan postingan dengan label fatwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fatwa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2013

تشجيع طلاب العلم لطلبه





**من فتاوى العﻻمة الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله**

السؤال: بعض الناس يقولون لطلاب العلم أنتم عاطلون عن العمل فبماذا نرد عليهم ؟

  الإجابة:

الرد عليهم أن العاطل عن العمل هو الذي لا يتقرب إلى الله سبحانه وتعالى بعمل ، أما طالب العلم فهو بحمد الله في خدمة دين الإسلام ورب العزة يقول في كتابه الكريم : " فَلَوْلا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لّيِتَفَقَّهُوا فِي الدّيِنِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذا رَجَعُوا إِليْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحذَرُونَ " .

والنبي - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - يقول كما في الصحيحين من حديث معاوية رضي الله عنه : " من يرد الله به خيراً يفقه في الدين " .

ويقول كما في صحيح مسلم من حديث عمر رضي الله عنه : " إن الله يرفع بهذا الكتاب أقواماً ويضع به آخرين " .

فطلب العلم يعتبر من أفضل القربات ، والمسلمون أحوج ما يكون إلى علماء ، وستنجلي الحقيقة اليوم أو غداً أو بعد غد ، ويعرف أن طلبة العلم ما ضيعوا أنفسهم ، وأن الذي ضيع نفسه هو الخمار ، وهو صاحب السينما ، وهو صاحب الكرة ، وهو السرسري في الشوارع ، وهو العاكف على آلآت اللهو والطرب .

أما طالب العلم فهو يدأب ليلاً ونهاراً ، وطلب العلم مشقتة عظيمة ، وطالب العلم يتعب أعظم من الذي يشتغل طول يومه بالمسحة والزنبيل ، فهو يحتاج إلى صبر كما قال عبدالله بن عمر رضي الله عنه : قل لطالب العلم يتخذ له نعلين من حديد .

وقال يحيى بن أبي كثير رحمه الله تعالى : لا يستطاع العلم براحة الجسم .

فلا ينبغي أن يُطاع هؤلاء الآباء المدبرون ، أو هؤلاء المدبرون فإن الله عز وجل يقول في كتابه الكريم : " وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا " .

ويقول سبحانه وتعالى في كتابه الكريم : " فَأَعْرِضْ عَن مَّن تَوَلَّى عَن ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (29) ذَلِكَ مَبْلَغُهُم مِّنَ الْعِلْمِ " ، ويقول أيضاً : " يعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ " .

يا مسكين يا مسكين ألم تعلم أن النبي - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - يقول : " إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية ، أو ولد صالح يدعو له ، أو علم ينتفع به " ، أيسرك أن يكون ولدك خماراً ، أو يكون لوطياً ، أو يكون شيوعياً ، أو يكون بعثياً ، أو يكون ناصرياً : " فَإِنَّهَا لا تَعْمَى الأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ " .

ولدك إذا لم تربه تربية إسلامية سيعتبرك كرتوناً ومغفلاً ، وربما يصفعك على وجهك ، ويصفعك على قفاك ، وإذا كنت قد ربيته تربية إسلامية فإنه يتق الله سبحانه وتعالى ، ويعلم بقول الله سبحانه وتعالى : " وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا " ، ويعلم أن رضا الرب في رضا الوالدين ، وغضب الرب في غضب الوالدين ، وأن عقوق الوالدين من أكبر الكبائر ، ولكن إذا طمست البصائر ، وربما يكون الأب خماراً ، أو يكون فندماً قد اغتر بالنجمات ، فلو كان عندك عشرون نجمة وأنت لا تقوم بما أوجب الله عليك فأنت مغفل .

يقول الله سبحانه وتعالى : " لا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلادِ ، مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ " .

فعليك أن تتقي الله ، وأن تشجع ولدك على طلب العلم ، وأن تقوم بمصاريف ولدك ، فلو قال لك ولدك : أنا أذهب إلى أمريكا لأكمل دراستي ، فبعض الناس ربما يساعد ولده بمائة ألف أو بأكثر من مائة ألف ويقول : اذهب يا بني أكمل دراستك من أجل أن ترجع وقد أصبح فكرك فكراً علمانياً أو بعثياً أو شيوعياً إلى غير ذلك من الأفكار .

ولنا شريط في هذا بعنوان : ( نصيحتي للآباء والأمهات ) .

---------------

* راجع كتاب : قمع المعاند ( 2 / 590 إلى 592 ) .

لسماع الفتوى صوتيا :

http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=2911 

Sabtu, 18 Mei 2013

Yang Pentingkan Hatinya ?


Bismillah,

Pertanyaan :
Sebagian manusia -semoga Alloh memberikan kepada kita hidayah dan juga kepada mereka- bila dia mengerjakan sebagian maksiat, kemudian kita menasehati mereka, dia mengisyaratkan dengan tangannya ke hatinya, dan berkata “perkara yang terpenting adalah ini”. Maka bagaimana kita membantah orang yang seperti ini?

Jawaban :
Perbuatan ini yang seorang lakukan ketika mereka dinasehati, dia berkata “Taqwa ada disini” adalah perbuatan yang benar, karena Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam- bersabda “Taqwa ada disini, dan mengisyaratkan dengan tangannya ke dadanya” Beliau berkata tiga kali.

Akan tetapi yang berkata bahwa Taqwa ada disini, dia adalah yang berkata “Dan ketahuilah bahwa di Jasad terdapat segumpal daging, bila segumpal daging itu baik maka baiklah seluruh jasadnya. Dan bila rusak maka rusaklah juga seluruh jasadnya” . Oleh karena itu, maka sesungguhnya rusaknya hal yang nampak(dzohir) dari seorang menunjukkan rusaknya hal yang tidak nampak(batin) darinya. Dan kita katakan kepada orang yang berkata “Taqwa ada disini” kita katakan “kalau yang ada disini terdapat ketakwaan didalamnya maka yang akan kita lihat dari amalan dzohir akan persis seperti hatinya, karena bila hati bertakwa, maka pasti anggota badan juga bertakwa. Berdasarkan sabda nabi -shollallohu 'alaihi wasallam- bila baik maka baiklah jasadnya, dan bila buruk maka buruklah jasadnya.

Dengan hal ini kita dapat mematahkan hujjahnya. Dan kita katakan, kalau kamu jujur dan hatimu bertakwa, maka pastilah anggota badan akan bertakwa.

[Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, liqo syahri (5) dar wathon lin nasyr]

Diterjemahkan bebas oleh Ihfazhillah

Jumat, 17 Mei 2013

Bolehkah Memejamkan Mata ketika Sholat ?


Bismillah,


Permasalahan : Memejamkan mata ketika sholat.

Yang benar bahwasannya memejamkan mata dimakruhkan. Karena hal tersebut menyerupai perbuatan orang majusi saat beribadah kepada api, diamana mereka memejamkan mata. Dan dikatakan, ini juga  perbuatan orang yahudi. Sedangkan tasyabbuh kepada selain muslim, hukum paling ringannya adalah haram, sebagaimana yang dikatakan oleh syaikhul islam -semoga Alloh merahmatinya-.

Maka, seringan ringannya hukum memejamkan mata saat sholat adalah makruh, kecuali kalau disana ada sebab (mengganggu). Seperti di sekitarnya ada perkara yang menyibukkannya kalau dia buka matanya. Maka dia memejamkan matanya dalam rangka menjauhi kerusakan ini.

Kalau ada orang yang berkata : Aku dapati diriku (sholat) dalam keadaan khusyu' bila memejamkan mata, apakah anda memberikan fatwa kepadaku untuk (membolehkan) memejamkan mata (ketika sholat)?

Jawab : Tidak, karena khusyu' yang kamu rasakan ini yang terjadi karena melakukan perkara yang makruh dari setan, maka hal ini seperti khusyunya orang orang shufi dengan dzikir dzikir yang mereka beribadah dengannya, dan itu adalah bid'ah. Dan setan selalu menjauh dari kamu ketika kamu memejamkan matamu dan tidak mengganggumu, dalam rangka menjatuhkanmu keperkara yang makruh.

Maka kita katakan : buka matamu, dan cobalah untuk khusyu dalam sholatmu. Adapun kalau kamu pejamkan matamu tanpa sebab dalam sholat agar kamu khyusyu , maka jangan kamu lakukan. Karena ini dari setan. Dan setan selalu menjauh dari kamu ketika kamu memejamkan matamu dan tidak mengganggumu, dalam rangka menjatuhkanmu keperkara yang makruh. 

[Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, Syarhu Al Mumti']

Diterjemahkan bebas oleh ihfazhillah